Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Tuesday, 15 December 2015

Salam Speleo.....

Caving atau susur gua memerlukan peralatan yang sangat terjaga kemampuan kondisi fisiknya. Dalam arti kuat dan tangguh dalam menjaga raga kita. Harga tentunya sepadan dengan kemampuannya, jika memang kamu penggiat susur gua sejati. Karena gua mempunyai kondisi dan medan yang sangat lain dengan kondisi alam lainnya. Medan lumpur, tumpukan batu ( boulder ), air terjun, lorong sempit, lorong yang rendah, dan terutama sekali karena kondisi gua yang selain gelap gulita. Peralatan di bagi menjadi dua, yakni untuk personal dan team.

1. Personal Equipment

a. Helm Speleo
Helm yang khusus, yang kuat ( memenuhi standart atau ISO ) dan setidaknya di uji coba dulu, punya bagian yang berupa pita yang adjustable digunakan untuk mengikatkan helm pada kepala kita.

b.Boom.
Berupa tabung yang di hubungkan dengan sebuah slang ke helm. Terdiri dari dua bagian, tabung alas berguna untuk menampung air yang di lengkapi dengan regulator saluran gas dan lobang tempat pengisian air. Tabung bawah di gunakan untuk mengisi karbit.

c. Alat penerangan
Penerangan di sini ada macam :
elektrik ( senter, headlamp dan sejenisnya ) dan non elektrik ( karbit, lilin dan sejenisnya )

d.Cover all
Merupakan pakaian khusus yang modelnya itu nyambung ( baju dan celana ) atau baju kodok atau baju kaya model bengkel - bengkel atau baju lab…hehe
Nah kalau untuk bahannya bisa dari kaya baju kodok, baju bengkel, baju lab dan bisa dari parasut ( melindungi dari air, panas, guano ).

e. Sepatu
Untuk sepatu setidaknya yang model atau bahannya karet ( tahan air ) karena untuk menghindari air didalam goa dan guano. Tetapi kembali lagi dengan medan di goanya sendiri. Yah pertimbangkan saja, karena setiap sepatu atau alat punya kelebihan dan kelemahan.

f. Sarung tangan
Berfungsi untuk melindungi tangan dari panas karena gesekan tali ataupun melindungi tangan dari gesekan dengan dinding gua yang tajam dan kasar.

g. Pelampung

h. SRT set
Peralatan ini menjadi peralatan pribadi untuk efisiensi tenaga dan efektifitas penelusuran, karena beberapa peralatan yang ada disesuaikan dengan tubuh pemakai.

a. Seat harness.

Di gunakan untuk mengikat tubuh yang di pasang pada pinggang dan paha, macam dan bentuk seat harness yang biasa di pakai :
Avanti
Croll
Rapide
Fractio


b. Ascender

Peralatan ini di gunakan untuk naik atau memanjat lintasan ( tali ). Ascender dibedakan menjadi dua, yaitu hand ascender yang digunakan untuk dipegang di tangan dan chest ascender yang di gunakan untuk di ikatkan di dada. Macamnya yaitu :
Hand jummar
Croll
Basic jummar
Jumar
c. Descender

Digunakan untuk memuat lintasan( tali ), ada banyak descender yang di gunakan
Capstand : simple stop descender ( bobin / non auto stop ) dan auto stop descender
Whaletail, biasa digunakan para caver di Australia.
Rack : Open dan Close rack
Figure of eight
d. Mailon Rapide ( MR )

Ada tiga macam, yaitu :
Delta MR, digunakan untuk menyambung ( dua loop ) seat harness
Semi Circular MR, digunakan untuk menyambung ( dua loop ) seat harness
Oval MR, digunakan untuk menyambung chest ascender dengan delta MR atau semi circular MR

e. Chest Harness

Di gunakan untuk mengikat seat harness dengan dada

f.  Cows tail

Di buat dengan tali dinamik yang di simpul; dengan salah satu talinya lebih pendek. Tali yang pendek di gunakan sebagai pengaman / tambatan pengaman. Tali yang panjang di gunakan untuk menghubungkan hand ascender dengan tubuh. Di kedua ujung cowstail tersebut di pasang dua karabiner delta non screw

g. Foot loop

Di gunakan untuk pijakan kaki dan di hubungkan dengan ascender. Ada beberapa macam bentuk foot loop yang biasa di gunakan.

2. Team Equipment

a. Tali
Tali yang di gunakan harus benar-benar mempunyai kualitas yang baik dan memerlukan perawatan yang baik pula. Jenis tali di bagi menjadi :
Hawsterlet
Jenis ini tidak di pakai dalam penelusuran gua vertical. Berbentuk lilitan dari bahan nilon
Kernmantel
Di sebut jenis kernmantel karena mempunyai dua bagian yaitu bagian kern ( bagian dalam/inti ) dan mantel ( bagian luar / pembungkusnya ). Untuk vertical caving di gunakan jenis static rope. Kekuatan tali yang di gunakan biasanya harus mengalami uju kekuatan terlebih dahulu.

b. Ladders
Ladders atau tangga tali biasanya terbuat dari kawat baja atau dari tali dengan diameter tertentu ( lebih kecil dari diameter tali yang di gunakan untuk vertical caving )

c. Tali pita ( Webbing )
Berbentuk tabung ataupun pipih ( plate ), sangat berguna untuk pemasangan tambatan alam, deviasi maupun bentuk tambatan lainnya.

d. Padding
Padding adalah pelindung tali dari gesekan. Biasanya di buat dari bahan terpal yang kuat menerima gesekan 

e. Carabiner ( cincin kait )
Fungsi alat ini sebagai pengait. Carabiner mempunyai beberapa macam bentuk sesuai dengan kegunaan dan fungsinya. Tiap produk carabiner yang ada telah mengalami uji kekuatan dari pabriknya untuk tarikan vertical maupun horizontal.
Berdasarkan pengamannya, carabiner dibagi menjadi :
Carabiner Screw Gate, jenis ini mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnya
Carabiner Non Screw Gate, jenis in tidak mempunyai pengunci pada pintu atau gerbangnya.

Berdasarkan bentuknya, carabiner dibagi menjadi :
Oval Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya, sisi utuh maupun sisi pintu, mendapat beban yang sama
Delta Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban lebih besar dari pada sisi pinti
D Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban lebih besar dari pada sisi pintu.
A Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang berbeda. Sisi utuh mendapat beban lebih besar dari pada sisi pintu.
Hart Carabiner. Jenis ini di rancang jika mendapat beban maka kedua sisinya mendapat beban yang sama.

f. Pengaman Sisip
Pengaman sisip adalah peralatan tambahan untuk membuat tambatan. Penggunaan pengaman sisip sangat tergantung pada bentuk bawaan batuannya. Pengaman sisip yang sering di gunakan yaitu :
Chock Stopper. Jenis ini berbentuk piramida tumpul. Bisa di gunakan untuk celah vertical maupun horizontal
Hexentrik. Bisa di gunakan untuk celah vertical maupun horizontal
Friend. Jenis ini digunakan untuk dibebani secara vertical
Chock Stone. Jenis ini bekerja seperti pengaman sisip lainnya.
Bisa terpasang dengan sendirinya ( batu yg terjatuh lalu terjepit pada celah ), maupun sengaja di pasang.
Jammed Knot. Teknik yang memasang pengaman sisip dengan menggunakan simpul pada webbing.

g. Paku Pitton
Adalah salah satu bentuk pengaman tambahan yang berbentuk seperti palu yang di tanamkan pada celahvertical maupun horizontal.

h. Bolts.
Pada penelusuran gua vertical, jika kita tidak bisa menemukan natural anchor maupun pemasangan pengaman sisip lainnya, maka satu-satunya pilihan adalah pemasangan bolts (bor tebing)
i. Hanger.
Peralatan ini adalah pasangan dari bolts. Hanger ini di gunakan untuk menambatkan tali. Bentuk-bentuk yang ada di sesuaikan dengan medan yang ada. Macam hanger yang ada :
Plate hanger
Jenis ini di gunakan untuk dinding yang tidak overhang, carabiner yang digunakan adalah carabiner oval. Sisi carabiner harus selalu menempel dinding.
Twiste hanger
Jenis ini digunakan untuk dinding overhang maupun untuk roof. Carabiner yang di gunakan bisa carabiner oval maupun carabiner delta.
Ring hanger
Jenis ini digunakan untuk dinding overhang maupun dinding lurus. Carabiner yang di gunakan bisa carabiner oval maupun carabiner delta. Juga bisa tanpa carabiner
Clown hanger
Jenis ini bisa di gunakan di semua bentuk medan, hanger ini tidak menggunakan carabiner.

j. Driver
Di gunakan untuk mengebor dinding atau tebing

k. Hammer
Di gunakan untuk mengetes batuan yang akan di gunakan untuk anchor juga untuk mengebor tebing.

l. Tackle bag
Tas khusus untuk penelusuran gua, terbuat dari bahan terpal yang tahan gesek.

m. Pulley
Berbentuk kerekan yang prinsip kerjanya untuk memperingan penarikan beban. Biasanya digunakan untuk rescue.

Posted on 23:59 by Kurnii

1 comment

Sunday, 8 November 2015

Speleologi adalah ilmu mempelajari goa-goa. Berasal dari bahasa Yunani, SPELAION = Goa dan LOGOS = Ilmu. Namun karena goa merupakan suatu bentukan alam tidak berdiri sendiri dan dipengaruhi oleh faktor struktur alam melingkupinya, maka speleologi adalah ilmu mempelajari goa dan lingkungannya.





Ilmu terkait dengan Speleologi :
1. Geologi : Speleogenesis, Hidrogeologi, Struktur Geologi, dll
2. Geografi : Morfologi karst, Hidrologi permukaan, dll
3. Arkeologi : Penelitian Fosil, Prasejarah, dll
4. Biologi : Biospeleologi, Palinologi, dll
5. Kehutanan : Covered Karst, Hutan Kawasan karst
6. Pertanian : Pertanian karst, Irigasi tetes, Vertikultur, dll
7. Pariwisata : Wisata umum, Wisata minat khusus, Ekosistem, dll
8. Teknik sipil : Pemetaan goa, Konstruksi bangunan di kawasan karst, dll
9. Sosial, Ekonomi, Budaya, kesenian,dll

Kegiatan Alam bebas dalam Speleologi
1. Mountainering : Tracking, packing, Peta Kompas, dll
2. Panjat Tebing : Climbing in the dark, Rigging, dll
3. Arung jeram : Black water rafting, canoing Swimming, Diving
4. Gantole, Paragliding : Pelacakan mulut goa/luweng dari udara
5. Canoeing : Rapling di air terjun
6. Vertikal rescue : Self rescue.


Jenis gua :
• Gua Lava : terbentuk akibat pergeseran permukaan tanah akibat gejala keaktifan vulkanologi, biasanya sangat rapuh karena terbentuk dari batuan muda (endapan lahar) dan tidak memiliki ornamen batuan khas
• Gua Litoral : sesuai namanya terdapat di daerah pantai, palung laut ataupun di tebing muara sungai, terbentuk akibat terpaan air laut (abrasi)
• Gua batu gamping (karst) : adalah fenomena bentukan gua terbesar (70 % dari seluruh gua di seluruh dunia). Terbentuk akibat peristiwa karst (pelarutan batuan kapur akibat aktifitas air) sehingga tercipta lorong-lorong dan bentukan batuan sangat menarik akibat proses kristalisasi dan pelarutan gamping. Diperkirakan wilayah sebaran karst Indonesia adalah terbesar di dunia.
• Gua pasir, gua batu halit, gua es, dsb : adalah bentukan gua sangat jarang dijumpai di dunia. Hanya meliputi 5% dari seluruh jumlah gua di dunia.

Bentuk Gua
a. Gua Horisontal
Gua bentukan lorongnya relative mendatar, dalam artian dapat ditelusuri dengan teknik horizontal cave seperti crawling, squeezing, dsb.

b. Gua Vertikal
Gua dengan entrance / mulut gua berbentuk tegak, sehingga dalam penelusurannya diperlukan alat Bantu.


c. Gua bawah air
Gua sebagian lorongnya dipenuhi air, sehingga dalam penelusurannya diperlukan alat diving (selam)

d. Gua merupakan gabungan dari dua atau tiga macam gua di atas

Berikut adalah teknik pengenalan gua.Semoga bermanfaat untuk menjadi materi dasar dalam Penelusuran Gua / Caving. Salam Speleo...

Posted on 23:02 by Kurnii

No comments

Monday, 27 October 2014

TIPS WATERPROFF

Untuk Tenda, Poncho, Ransel, & Sleeping Bag
Sering kali kita dikecewakan oleh peralatan kita seperti tenda, poncho, ransel, dan sleeping bag. Pasalnya peralatan tersebut baru saja kita beli dan setelah dua sampai tiga kali kita pakai, peralatan tersebut sudah kehilangan anti airnya. Nah, berangkat dari pengalaman tersebut kami ingin membagi ilmu. Bagaimana caranya mengembalikan anti air tersebut.

Jurus Pertama
Sediakan 100 gram tawas (aulin), 200 gram loodacetat. Masing-masing dilarutkan dalam 1,5 liter air dan didiamkan selama 12 jam. Setelah itu campurkan bagian jernih dari kedua larutan itu. Kemudian setelah kotoran-kotorannya dibuang, pada campuran itu tambahkan 3 liter air lagi.
Nah, anda dapat mulai memasukkan peralatan yang telah dicuci bersih. Diamkan selama 24 jam. Jangan lupa balikkan peralatan tersebut agar basahnya merata. Keringkan peralatan tersebut tanpa diperas dan anda telah memiliki peralatan yang anti air kembali.

Jurus kedua
Sediakan 25 gram sabun cuci, 25 gram agar-agar, 1,5 liter air panas dan 25 gram tawas. Larutkan sabun dan agar-agar tersebut dalam air panas yang telah disediakan tadi. Setelah hancur tambahkan 2 liter air dingin.
Masukan ransel yang telah dicuci dan direndam selama 24 jam. Keringkan tanpa diperas dan jemurlah hingga kering.

Posted on 21:05 by Kurnii

No comments